Hotel Shangri-La Jakarta menghadirkan beragam kemeriahan untuk menyambut perayaan ulang tahun kota Jakarta ke-483. Dekorasi bernuansa Jakarta akan ditempatkan di bagian luar dan dalam hotel, termasuk di restoran SATOO. Sepasang ondel-ondel raksasa setinggi 3 meter menghiasi gerbang utama masuk hotel. Pada malam hari ondel-ondel ini memendarkan cahaya cantik dari lampu kelap-kelip yang dipasang si seluruh tubuhnya. Dekorasi istimewa ini menjadi pemandangan menarik bagi siapapun yang melintas di depan hotel Shangri-la Jakarta.
Kemeriahan ulang tahun Jakarta amat terasa di area dalam hotel. Kendaraan tradisional seperti sepeda ontel, delman dan becak terpajang di area lobi. Hiasan kembang mayang juga digunakan pada rangkaian bunga yang menghiasi hotel. Para staff guest relations officer juga akan berhias diri saat menyambut tamu-tamu hotel dengan mengenakan kebaya Betawi yang berwarna-warni. Begitu pula dengan staf restoran SATOO yang menyambut para tamu dengan pakaian tradisional Jakarta ini.
Untuk semakin menghangatkan nuansa Betawi di seluruh area hotel, setiap tamu yang menginap mendapatkan sepasang roti buaya di dalam kamar. Ini merupakan kejutan yang sengaja disiapkan hotel, terutama bagi para tamu asing yang belum banyak mengetahui budaya Betawi. Untuk membantu memahami makna tradisi roti buaya, tulisan mengenai roti buaya diletakkan di samping roti yang disajikan di dalam kamar. Dengan demikian para tamu asing diharapkan dapat mengerti maksud room amenity yang agak berbeda dari biasanya tersebut.
Roti buaya, yang dianggap sebagai salah satu budaya Betawi yang paling populer, biasa digunakan dalam pernikahan tradisional Betawi. Mempelai pria memberi roti buaya kepada mempelai wanita sebagai simbol kesetiaan dan kemakmuran. Buaya melambangkan kesetiaan dimana buaya dipercaya hanya memiliki satu pasangan seumur hidupnya, sementara roti melambangkan kesejahteraan.
SATOO Deli Shop menyiapkan berbagai kudapan dan kue-kue khas Betawi selama masa ulang tahun Jakarta. Jajanan tradisional seperti kembang goyang, semprong, keripik pisang, dodol, roti buaya dalam berbagai ukuran, hingga cokelat lucu berbentuk sepasang ondel-ondel ditawarkan kepada setiap tamu yang ingin menikmati makanan ringan khas Jakarta. Jajanan kering dikemas dalam wadah kaleng kerupuk tradisional dengan kaca yang memperlihatkan isinya, sementara cokelat ondel-ondel tampil cantik dengan pakaian tradisional Jakarta dengan sentuhan batik serta hiasan kepala yang terbuat dari gula-gula dan kancing yang terbuat dari permen.
Sepasang ondel-ondel yang terbuat dari cokelat dan berukuran tinggi sekitar 15 cm ini disiapkan khusus oleh pastry chef Herwig Knapen asal Belgia yang dengan cepat mempelajari keunikan tradisi Betawi yang akhirnya dia tuangkan menjadi sebuah kreativitas melalui keahliannya sebagai Executive Pastry Chef. Ondel-ondel cokelat ini dijual sepasang dalam box transparan yang menawan sehingga sangat berkesan untuk dijadikan hantaran atau hadiah bagi para tamu yang membeli untuk rekan bisnisnya sebagai alternatif pilihan bentuk cinderamata yang berbeda di ulang tahun Jakarta serta lebih unik dan bisa dimakan.
Sementara itu, SATOO, restoran internasional di hotel Shangri-La Jakarta menghadirkan festival kuliner bertajuk Betawi Fiesta mulai tanggal 21 hingga 27 Juni 2010. Para tamu dimanjakan dengan variasi masakan khas Jakarta dimana para juru masak SATOO telah mempersiapkan rangkaian sajian bergaya Betawi mulai dari hidangan pembuka hingga penutup.
Menjelang memasuki area restoran, para tamu akan disambut dengan hadirnya sepasang Ondel-Ondel di area pintu masuk SATOO. Para tamu yang tengah menikmati makan malam selama promosi Betawi Fiesta akan dihibur oleh tari-tarian khas Jakarta. Tarian tradisional ini akan menambah semarak suasana dengan hentakan musik tradisional serta gerakan tari yang lincah.
Untuk hidangan pembuka a la tradisional Betawi, SATOO menghidangkan Selada Ikan Pulau Seribu, Selada Ayam dan Lencak Sunda, Ketoprak Jakarta, Selada Teluk Jakarta, Rujak Serut Condet dan Selada Telur Puyuh.
Sementara untuk hidangan utama tersedia di berbagai buffet station dan stall yang berada di SATOO. Di antaranya adalah Ikan Gurame Goreng Sambel Pecak, Semur Ayam Pedas, Gulai Daging, Gobe Betawi, Ayam Bakar Jakarta dan Tumis Udang Melinjo yang tersaji di Indonesian Food station. Sementara di Grill Station SATOO menyajikan Ikan Kakap Panggang Saus Sereh Limau, Sate Kambing, Ayam Bakar Bumbu Kuning, Sate Sapi, Sate Kerang, Cumi Bakar dan Kambing Bakar Bumbu Kecap.
Beberapa masakan juga dimasak langsung di tempat dan dapat disaksikan oleh para tamu, yakni Ketoprak, Selada Telur Puyuh, Asinan Jakarta, Soto Betawi, Sop Kambing dan Kerak Telur yang dianggap sebagai makanan yang wajib ada di setiap perayaan ulang tahun Jakarta.
Masyarakat Jakarta pada umumnya menikmati makanan dengan nasi. Oleh karena itu, SATOO juga menghadirkan Nasi Ulam dan Nasi Kebuli kambing yang hangat dan lezat. Menikmati masakan tradisional Betawi tak lengkap rasanya tanpa kehadiran cita rasa pedas dari sambal yang menambah selera makan. Aneka pilihan sambal tersedia mulai dari Sambal Terasi, Sambal Bajak, Sambal Terong, Sambal Lencak, Sambal Pete, Sambal Nanas and Sambal Kecap. Untuk menambah kemeriahan a la Betawi ini, SATOO juga menghadirkan minuman khusus yang diberi nama Mocktail Ondel-Ondel. Sebagai hidangan penutup, SATOO menyajikan beragam jenis jajanan pasar seperti Kue Putu, Kue Pancung, Kue Cucur dan Martabak.
Minuman tradisional Bajigur dan Bandrek juga disajikan bagi para tamu yang ingin mencicip cita rasa yang populer di tanah Betawi. Tamu diberi kesempatan untuk meracik sendiri minuman ini dengan komposisi sesuai preferensi.